wabah negeri


Andai buta hati pucuk negeri
Semakin tak berperi
Mari kita sepakati
Dengan berat hati
Bersabar hati
Sandar diri pada do'a-do'a teraniaya
Pujian apa beda jilatan
Bila hanya para paduka suka
Jilat pantat rasa coklat
Jilat kaki rasa strowberry
Oh wabah negeri !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH : Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam (Syirkah)

Cuap cuap

puisi : pianis